Brasil Mengeluh Kepada FIFA Karena Tidak Menggunakan VAR

Bolamaster88.co – Brasil Mengeluh Kepada FIFA Karena Tidak Menggunakan VAR. Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF) telah mempertanyakan kepada FIFA mengenai Asisten Pembantu Video (VAR) yang tidak digunakan untuk meninjau dua keputusan penting yang mereka yakini telah menghalangi tim mereka dalam pertandingan yang diakhiri dengan hasil imbang 1-1 hari Minggu kemarin dengan Swiss.

 

Pemain Brasil mengeluh panjang dan bersikeras jika bek Miranda didorong oleh Steven Zuber di awal babak kedua pertandingan pembuka Grup E mereka pada hari Minggu. Mereka juga menegaskan bahwa Gabriel Jesus telah ditahan hingga terjatuh di dalam area penalti dan seharusnya mendapat tendangan penalti.

 

Brasil Mengeluh Kepada FIFA Karena Tidak Menggunakan VAR

 

Kedua Insiden itu tampaknya harus ditinjau ulang. “CBF ingin mengetahui dari FIFA mengenai alasan teknologi itu tidak digunakan dalam insiden tersebut selama pertandingan”, bunyi pernyataan CBF.

 

VAR digunakan di Piala Dunia untuk pertama kalinya dan, menurut FIFA, seharusnya digunakan untuk “mengoreksi kesalahan yang jelas dan insiden yang terlewatkan dalam keputusan dan dapat mengubah keputusan yang jelas”.

 

Brasil percaya bahwa kedua insiden itu, yang tidak mereka rujuk secara langsung, tercakup oleh penjelasan itu. Teknologi ini telah digunakan secara hemat di Rusia dengan hanya satu pertandingan besar, penalti yang diberikan kepada Perancis terhadap Australia yang pada awalnya ditolak. Eksekusi yang akhirnya diselesaikan oleh Antoine Griezmann, membantu Perancis meraih kemenangan dengan skor 2-1. Peru dan Swedia juga telah diberikan tendangan penalti setelah tinjauan ulang video.

 

Sementara itu, mantan presiden Brazil yang dipenjarakan, Luiz Inacio Lula da Silva melakukan debutnya sebagai seorang pengamat sepakbola, menulis kolom dari balik jeruji di mana dia mengkritik kinerja Brasil dalam hasil imbang 1-1 dengan Swiss.

 

“Kualifikasi adalah hanya satu hal. Tapi Piala Dunia itu berbeda”, da Silva menulis dalam kolom komentar yang dibacakan oleh seorang reporter di TV Partai Pekerja pada hari Senin kemarin. “Swiss kuat dalam pertahanan, bermain keras, dan tidak membiarkan Brasil menampilkan performanya”, lanjut da Silva. “Mereka juga menghentikan Neymar dengan mengasari dirinya lagi dan lagi.” tutupnya yang dilansir bitpokerku.com